SHOWBIZ

CHEESE IN THE TRAP (Episode 1 Part 1)

Cheese in the Trap merupakan drama Korea yang diangkat dari webtoon berjudul sama (kalian bisa baca webtoon-nya di LINE, sudah bahasa Indonesia). Nah, gw tertarik membuat sinopsis ini, karena setelah membaca cerita di webtoon-nya bagus dan kocak. Secara garis besar, plot cerita drama Cheese in the Trap mengetengahkan kisah tentang seorang mahasiswi, Hongsul, yang tertarik dengan seorang mahasiswa misterius, Yoojung, yang kerap hadir dalam kehidupannya. Bagaimana kekocakannya baca yuk sinopsisnya.

Sinopsis Cheese in the Trap Episode 1 Part 1

Seorang wanita, Hongsul namanya, sedang teler di sebuah kafe. “Aku mau cuti!” katanya, diamini oleh temannya yang pria. Hongsul mengoceh kenapa temannya mengikuti apa yang dikatakannya? Karena sudah mulai berkicau tidak jelas, dua orang kawannya mengajaknya pulang dari sana.

Hongsul melihat kursi kosong di meja sebelah. Dia bertanya dimana orang yang duduk di kursi itu? Ketika melihat orang itu sedang main biliar, sambil menunjuk dia berteriak, “Ini semua salahmu!” Hongsul kehilangan keseimbangannya, dan terjengkang ke lantai. Kedua temannya coba membantunya, tapi Hongsul menolak. Orang yang ditunjuk Hongsul, Yoojung namanya, menghampirinya. “Aku akan menghilang dari pandanganmu. Puas?” kata Hongsul, lalu pingsan.

Cerita bergulir ke satu tahun sebelumnya, dimana Hongsul muncul di pesta penyambutan mahasiswa/mahasiswi baru. Temannya, Jang Bora namanya, menyambut kedatangannya. Dia menuangkan minuman untuk Hongsul sambil bertanya apa Hongsul senang bisa kuliah kembali setelah setahun cuti? Hongsul mengaku senang bertemu Bora.

Hongsul melihat pria yang semeja dengannya dan bertanya apa pria itu bernama Kwon Euntaek? Bora menyuruh Hongsul tidak usah menggubris Euntaek, toh Euntaek hanyalah kacungnya.

Seorang mahasiswa senior membuat “makanan pembunuh” yang terbuat dari daging, kubis, saus, bawang putih, dan soju. Dia menyuruh seorang mahasiswa lainnya untuk memakannya. Tentu saja mahasiswa itu menolaknya mentah-mentah.

Karena ditolak, sasaran “makanan pembunuh” berpindah pada Hongsul. Mahasiswa senior itu menyuruh Hongsul memakannya. Sebenarnya Hongsul juga tidak mau, tapi karena dipaksa, dia akhirnya membuka mulutnya lebar-lebar. Begitu dimasukkan, “makanan pembunuh” itu sama sekali tidak terkunyah. Hongsul memuntahkannya. Keceriaan semua orang mendadak lenyap saat Yoojung muncul. Mahasiswa yang memberikan “makanan pembunuh” pada Hongsul pun kembali ke tempatnya duduk, persis di sebelah Yoojung.

Yoojung sangat mempesona. Kedatangannya mampu membuat perhatian semua orang tersedot ke arahnya. Mahasiswa yang memberikan “makanan pembunuh” pada Hongsul memperkenalkan Yoojung sebagai mahasiswa yang kembali di tahun ketiga setelah merampungkan wamil. Semua orang diminta bertepuk tangan.

Bora menyebutkan Yoojung adalah pria sempurna yang sangat menarik, dan meminta Euntaek mengamini apa yang dikatakannya. Saking sempurnanya, dia tidak berharap Yoojung jadi tipe pria idealnya. Dia menyebutkan bahwa sebentar lagi pasti, Ah Young dan Nam Jooyun akan merapat untuk cari perhatian.

Persis seperti dikatakan Bora. Kedua mahasiswi itu langsung sibuk mencari perhatian Yoojung. Pertama Ah Young, lalu Jooyun. Mahasiswa yang memberikan “makanan pembunuh” pada Hongsul bertanya apa Jooyun saling mengenali? Jooyun mengiyakan. Mereka kenal setelah dirinya masuk kuliah, tapi Yoojung keburu mengikuti wamil. Mahasiswa yang memberikan “makanan pembunuh” pada Hongsul memesan makanan yang mahal.

Jooyun ingin menuangkan minuman untuk Yoojung, tapi Yoojung menolak sehingga terjadilah tarik-menarik teko di antara mereka yang diakhiri dengan tumpahnya air ke meja, dan mengenai celana Yoojung. Hongsul yang melihat dari tempatnya duduk menilai tumpahnya air teko itu disengaja. Dia melihat Yoojung tersenyum kecil. Dia punya pikiran buruk pada Yoojung.

Hongsul baru keluar dari dalam toilet, dan melihat Mahasiswa yang memberikan “makanan pembunuh” padanya menyelipkan uang keanggotan di kantongnya. Ketika ditanyai oleh Hongsul, senior itu menyebutkan bahwa dirinya habis menghitung uang biaya keanggotaan. Oiya, nama mahasiswa yang memberikan “makanan pembunuh” pada Hongsul adalah Sangchul.

Teman Sangchul muncul dan mengajak ke putaran kedua memakai uang biaya keanggotaan mahasiswa. Sangchul mengatakan uang keanggotaan kurang (sudah dikorupsi olehnya), dan meminta semua orang ikut menyumbang 20 ribu won per orang. Temannya Sangchul yakin tidak ada yang mau ikut jika disyaratkan seperti itu. Sangchul menjawab, “Yoojung ada disini, tidak perlu khawatir. Dia kaya dan murah hati.” Dia lalu mengajak Hongsul ikut serta, tapi Hongsul menolak dan langsung buru-buru turun. Di bawah Hongsul melihat Yoojung ada di bawah tangga, sepertinya dia mendengar semua ocehan Sangchul tadi.

Besoknya, Sangchul menemui Hongsul sambil marah-marah. Dia menuding Hongsul-lah yang telah menulis di website kampus tentang korupsi yang dilakukannya dari uang biaya keanggotaan. Hongsul menggeleng, tapi Sangchul terus menudingnya bersandiwara. Sangchul menyalahkan Hongsul, karena dirinya diseret keluar oleh majelis dispiliner yang bahkan mencari tahu tentang laporan keuangan keanggotaan tahun sebelumnya.

“Apa kau punya bukti aku yang menulisnya?” tanya Hongsul. Sangchul mengatakan bahwa Hongsul melihatnya menghitung uang di tangga semalam. Hongsul bersikeras ada orang lain, selain dirinya. Itu adalah Yoojung. Kebetulan, Yoojung muncul dengan senyum misteriusnya. Dia menenangkan Sangchul. Lumayan ampuh, karena Sangchul kemudian pergi.

“Kurasa, kau telah melakukan apa yang harus kau lakukan, Sul,” kata Yoojung, dan berjanji akan membicarakan hal itu dengan Sangchul atas nama Hongsul. Hongsul langsung menuding, Yoojung juga ada di sana semalam, dan berpikir Yoojung juga berpeluang melakukannya.

Mahasiswi yang datang bersama Yoojung tidak setuju dengan pemikiran Hongsul. Dia tahu benar bagaimana Yoojung membereskan semua kekacauan tersebut, bagaimana Yoojung meyakinkan tiap anggota untuk tidak lapor polisi, dan bagaimana Yoojung membayar kembali uang yang sudah dikorupsi Sangchul.

Dengan kata lain, bagaimana mungkin Yoojung melakukan itu, sementara Yoojung adalah korban Sangchul tapi justru membantunya. “Apa kau sedang menulis novel huh?” tuding si mahasiswi.

Hongsul memang tidak bisa membuktikannya, tapi saat itu dia kembali merasakan senyuman Yoojung aneh – semacam ada dualisme yang disembunyikannya. Dia tidak tahu apa yang terjadi.

Hongsul membeli kopi di kantin dan berpapasan dengan Yoojung. Dia coba bersikap akrab dengan menyapanya, tapi Yoojung tidak menggubris sapaannya. Yoojung melewatinya dan menuju ke meja pemesanan. Hongsul tak ambil pusing. Dia berlalu.

Di luar kantin, Hongsul dicegat oleh Jooyun yang tampaknya tidak terima Hongsul berlalu begitu saja tanpa meminta maaf pada Yoojung atas tudingan salah sebelumnya. Jooyun bahkan menuding Hongsul tidak menyapa Yoojung, dan takkan membiarkan Hongsul berlalu begitu saja. Yoojung keluar dari kantin dan menyapa Hongsul, membuat Hongsul bertanya-tanya kenapa Yoojung jadi sok akrab padanya?

Jooyun mengajak Yoojung ke kelas, takut terlambat. Yoojung menyuruh Jooyun menungguinya. Setelah Jooyun menjauh, Yoojung memberikan minuman yang lebih sehat daripada kopi yang sering dibeli Hongsul.

Itu membuat Hongsul bertanya-tanya apakah Yoojung melakukannya hanya untuk memperlihatkannya pada Jooyun?

Bora bertanya-tanya kemana Hongsul belum muncul di kelas. Dia coba menghubunginya, dan ternyata Hongsul masih tidur di kos-kosan. Dia bertanya kenapa Hongsul tidak masuk kuliah? Dengan nada suara lunglai, Hongsul menyebutkan bahwa dia mendapat informasi dari Jooyun kalau kuliah akan dimulai jam satu siang nanti. Bora menyuruh Hongsul cepat berangkat, karena kuliah diadakan sekarang dan sedang ada kuis penambah nilai yang jika dilewatkan otomatis akan mendapatkan nilai F.

Selesai menelpon, Bora menghardik Jooyun karena telah berbohong pada Hongsul. Jooyun pura-pura lupa dan meminta maaf tidak tulus. Sahutan meledek Jooyun membuat Bora ingin menghajarnya. Euntaek menahannya. Bora kembali duduk. Dia berhitung, jika Hongsul lari dari kos ke kampus akan memakan waktu 20 menit. Dia menyuruh Euntaek untuk menculik profesor selama sejam. Euntaek protes, tapi janji akan dicium pipinya oleh Bora membuatnya luluh. Hahay.

Tapi ternyata profesor tak bisa datang karena sakit perut akut dan sedang dilarikan ke rumah sakit. Kelasnya digantikan oleh Asisten Heo. Dia mengabsen dan mulai mengadakan kuis. Bora protes, kenapa Asisten Heo melakukan itu? “Perintah profesor!” sahut Asisten Heo, “Tapi kenapa kamu menanyakan hal itu? Siapa kamu?!” Bora berhenti protes, malu.

Karena bukan profesor yang datang mengajar, Euntaek berinisiatif lain. Dia pura-pura mau ke toilet melalui pintu belakang kelas, kemudian dia muncul di pintu depan kelas dan langsung ke meja Asisten Heo untuk mengambil absensi – pengalihan. Dia lari keluar. Asisten Heo mengejarnya.

Hongsul muncul. Euntaek melihatnya dan langsung menyuruhnya bersembunyi. Begitu Hongsul bersembunyi, dia kabur lagi dari kejaran Asisten Heo. Tapi apa daya kakinya terlalu lelah untuk digunakan berlari lari. Akhirnya Asisten Heo berhasil menangkapnya. Hongsul mengambil kesempatan itu untuk masuk ke dalam kelas. Dia duduk di sebelah Bora. Untung keburu.

Tidak berapa lama kemudian, Asisten Heo kembali sambil menyeret Euntaek dan memukuli kepalanya dengan kertas absensi. Euntaek duduk di sebelah Hongsul. Dia langsung menagih janji Bora untuk menciumnya. Bora meraup wajah Euntaek. Hahaha.

Sejak bertemu dengan Yoojung di pesta, Hongsul merasa hidupnya punya masalah dengan Yoojung. Kejanggalan yang dirasakannya terhadap diri Yoojung makin menjadi tatkala Hongsul secara tidak sengaja menjatuhkan berkas-berkas yang dibawanya saat turun tangga. Yoojung yang saat itu lewat hanya menyuruhnya berhati-hati tanpa membantunya apapun. Itu makin membuat hidup Yoojung semakin seperti berada di neraka. Itulah kenapa dia ingin cuti kuliah.

Bora dan Hongsul bertemu. Bora menyodorkan uang miliknya untuk dipinjam Hongsul sebagai biaya semesteran. Hongsul kaget. Bora mengira Hongsul memutuskan cuti karena kekurangan uang. Hongsul meyakinkan sahabatnya itu bahwa dirinya sama sekali tidak bermasalah dengan biaya semesteran, tapi dia juga tidak bilang alasan sesungguhnya yang menyebabkannya cuti kuliah adalah Yoojung.

Bora mendapat telpon dari Euntaek yang mengabarkan jika Hongsul mendapatkan beasiswa kuliah.

Di dalam kamarnya Hongsul bertanya-tanya bagaimana bisa dirinya mendapatkan beasiswa, padahal nilainya pas-pasan? Apakah dia telah mendapat bantuan dari langit? Tapi bagaimana bisa dia kuliah saat Yoojung juga kuliah?

Hongsul menghampiri Bora dan Euntaek yang masih duduk santai. Dia menyuruh mereka untuk cepat ikut dengannya. Setelah mereka berdiri, dia menggandeng keduanya dan berlari. Mereka harus cepat tiba di ruang komputer untuk mengisi KRS (Kartu Rencana Studi), karena mahasiswa/mahasiswi lain juga sedang berlari menuju ke sana.

Hongsul-Bora-Euntaek berhasil mendapatkan kursi di ruang komputer. Mereka bertiga sepakat untuk mengisi mata kuliah yang diampu Prof. Han di nomor pertama KRS. Mahasiswa/mahasiswi lainnya juga melakukan hal yang sama. Mereka menunggu waktu, karena pendaftaran baru dibuka jam 9 tepat. Jadi semua tergantung jari telunjuk masing-masing.

Beberapa menit menjelang jam 9, mereka semua bersiap menekan tombol “Enter”. Saat jam menunjukkan pukul 9 tepat, mereka semua menggila menekan tombol “Enter”, seolah-olah hidup-mati mereka berada di tombol itu. Hahaha. Pada akhirnya, Hongsul-Bora-Euntaek berhasil memasukkan mata kuliah Prof. Han di kolom KRS nomor satu. Tapi mereka gagal mendapatkan mata kuliah favorit.

Bora mengeluhkan jadwal kuliah yang berantakan, karena selama tiga hari berturut-turut harus masuk pagi terus. Hongsul menenangkannya, setidaknya Bora bisa masuk di kelas Prof. Han. Bora melihat jadwal kuliah Hongsul. Dia mengeluh jadwal kuliah Hongsul lebih baik darinya. Euntaek berseloroh jari pendek Bora yang menyebabkan keterlambatan dalam menekan tombol “Enter”.

Mereka bertiga berpapasan dengan Yoojung. Mereka menyapanya. Sangchul dan Jooyun muncul. Mereka berdua langsung menyapa Hongsul yang menurut selentingan kabar mendapatkan beasiswa. Karena itu, mereka minta ditraktir makan malam – daging Korea.

Jooyun menjelaskan jika seharusnya orang yang menerima beasiswa adalah Yoojung, tapi karena Asisten Heo menghilangkan laporannya Yoojung maka beasiswa itu jatuh ke tangan Hongsul. Yoojung mengajak Sangchul dan Jooyun pergi untuk ditraktir, meninggalkan Hongsul yang masih terkejutkan dengan informasi itu.

Tahun lalu, Hongsul mengambil cuti gara-gara Yoojung dan sekarang Hongsul kembali berkuliah juga gara-gara Yoojung. Hongsul melihat komputer dan menemukan sesuatu, tapi belum sempat membacanya Yoojung menghampirinya. Yoojung mengajak Hongsul makan siang, tapi Hongsul merasa paranoid pada Yoojung langsung kabur. Hongsul merasa Yoojung menyembunyikan wajah misterius.

Di luar perpustakaan, Hongsul bertemu dengan Bora dan Euntaek yang bertanya apa Hongsul tidak bertemu dengan Yoojung? Hongsul bertanya dari mana Bora tahu kalau dirinya bertemu Yoojung? Bora menjawab kalau dialah yang memberitahu Hongsul ada di perpustakaan. “Oh jadi kalian bertemu? Apa yang dia katakan?” tanyanya. Hongsul mengaku jika Yoojung mengajaknya makan siang. Dari dalam perpustakaan, Yoojung melihat Hongsul bicara dengan Bora dan Euntaek.

Bersambung ke Cheese in the Trap sinopsis episode 1 bagian kedua.  Sinopsis)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s