SHOWBIZ

CHEESE IN THE TRAP (Episode 1 Part 2)

Hongsul-Bora-Euntaek hadir di kelas Prof. Han. Kelas itu membludak. Bahkan ada mahasiswa yang berdiri tidak kebagian tempat duduk. Prof. Han masuk. Melihat banyaknya mahasiswa di dalam kelasnya, dia tahu ada beberapa mahasiswa yang ikut kelasnya, tapi tidak terdaftar sebagai mahasiswanya semester itu. Selagi mengabsen mahasiswa yang terdaftar di kelasnya, dia meminta mahasiswa yang tidak terdaftar di kelas keluar.

Sinopsis Cheese in the Trap Episode 1 Part 2
Cheese in the Trap episode 1 bagian kedua recap. TVN 1.

Hingga Prof. Han selesai mengabsen, Hongsul tidak mendengar namanya disebut. Dia bertanya kenapa namanya tidak disebutkan? Prof. Han mencari nama Hongsul. Tidak ada. Itu berarti Hongsul tidak terdaftar dalam kelasnya. Bora-Euntaek meyakinkan Prof. Han jika Hongsul telah tercatat berada di daftar mahasiswa Prof. Han. Tentu saja Prof. Han tidak tahu-menahu soal itu, dan menyarankan Hongsul menghubungi bagian administratif untuk mengetahui lebih lanjut.

Di bagian administratif, Hongsul mendapat informasi dari petugas jaga jika sebelumnya Hongsul telah mengganti mata kuliah Prof. Han dengan mata kuliah yang lain. Hongsul merasa aneh. Dia yakin tidak pernah melakukannya. Apa mau dikata? Catatan di komputer mencatatnya demikian. Hongsul memelas pada petugas jaga administratif, minta dimasukkan ke dalam mata kuliah Prof. Han lagi, tapi petugas tidak memberi lampu hijau.

Cheese in the Trap episode 1 bagian kedua recap. TVN 2.

Di tempat loker, Kang A Young (Yoon Ye Joo) mengungkapkan kekesalannya kepada Seol karna mendengarnya komplain tentang Profesor Kang ketika dia ada di kelasnya. Dia jengkel mengapa mereka harus curiga pada semua orang, tapi Bo Ra menegaskan mereka curiga karna ada memang ada sesuatu yang mencurigakan yang terjadi. Tapi, dia malah marah dan menyuruh Bo Ra untuk berhenti berbicara seperti itu.

Jooyun yang juga ada di sana mau tak mau ikut nimbrung, melampiaskan kekesalannya pada Hongsul. Dia bertanya kenapa Hongsul tidak mengambil kelas lain, sehingga tidak ribut-ribut. “Aku paham, kau terobsesi pada nilai, tapi ya jangan mencurigai orang tak bersalah dong,” Jooyun berkata ketus.

Hongsul masih kepikiran bagaimana mata kuliah Prof. Han bisa tertukar. Sebenarnya, dia coba menerima itu dengan lapang dada, tapi jika itu dilakukan dia harus masuk mata kuliah yang diampu Prof. Kang. Dan itu akan mempersulitnya meraih beasiswa lagi. Kalau itu terjadi, mau tak mau dia harus cuti kuliah lagi semester berikutnya.

Tiba-tiba, Hongsul ingat kalau mata kuliahnya ditukar kisaran jam 12 siang. Saat itu dirinya ada di perpustakaan dan sempat disapa Yoojung. Lamunan Hongsul buyar karena Yoojung menyapanya. Otomatis Hongsul kaget. Dia bertanya bagaimana bisa dirinya dan Yoojung sekelas? “Apakah ini sebuah kebetulan yang diciptakan alam semesta?” gumamnya.

Selesai kuliah, Yoojung mengajak Hongsul makan bareng. Tolakan yang diterimanya lagi itu membuat Yoojung bertanya kenapa Hongsul selalu menolak ajakannya? Apa dirinya membuat Hongsul tak nyaman? Hongsul berbohong. Dia mengatakan itu tidak seperti yang dipikirkan Yoojung.

Hongsul mengaku tidak bisa karena harus menemui Prof. Han untuk menanyakan sesuatu. Ada seseorang yang telah menukar mata kuliahnya. “Kau mencurigai seseorang?” tanya Yoojung. Hongsul mengangguk. Meskipun, dia belum tahu siapa orangnya tapi berjanji akan menemukannya.

Hongsul menjelaskan situasi yang dihadapinya dan memelas meminta kebijakan Prof. Han agar mengizinkannya ikut mata kuliahnya. Prof. Kang muncul. Melihat Hongsul memelas minta ikut kelas Prof. Han, dia langsung menawari Hongsul masuk ke kelasnya. Masih tersedia bangku kosong. Toh mata kuliah yang diampunya masuk ke dalam mata kuliah wajib lulus di jurusan yang Hongsul ambil.

Hongsul tidak menjawab. Dia meragu. Prof. Kang tahu itu. Dia bertanya apa Hongsul tidak mau masuk kelasnya, karena julukan legendaris “Penyihir Wanita” yang melekat padanya? “Mereka menyebutku seperti itu karena tidak mengenalku. Aku ini wanita baik nan lembut,” ucap Prof. Kang. Yah, mau tak mau, tak ada yang bisa Hongsul lakukan. Dia terpaksa masuk ke kelas “Si Penyihir Wanita”.

Hongsul melihat jadwal kuliahnya. Gara-gara pertukaran mata kuliah Prof. Han dengan Prof. Kang, dia harus mengatur semuanya dari awal. Dia mengeluh, “Semua ini gara-gara si biadab Yoojung!”

Hongsul kaget menemukan Yoojung berdiri di depan meja pemesanan tempatnya bekerja. Dia bertanya-tanya bagaimana Yoojung bisa tahu tempatnya bekerja? Meski begitu, dia menunjukkan sikap ramah dalam melayani pesanan Yoojung – satu americano dan satu stroberi kocok. Setelah jadi, Yoojung hanya mengambil americanonya saja, sedangkan stroberi kocoknya diberikan pada Hongsul. “Apa lagi ini maksudnya?” tanya Hongsul dalam hati.

Hongsul bergegas agar tidak terlambat masuk ke kelas Prof. Kang. Sayangnya, dia terlambat – pas namanya dipanggil Prof. Kang, dia belum tiba. Karena hari itu masih pertemuan pertama, Prof. Kang memberi penjelasan tentang apa saja yang akan dijadikannya pertimbangan dalam memberikan nilai – mid-semester dan mid-final menyumbang 50 persen dari total skor, sisanya terbagi ke dalam kehadiran (20 persen), tugas grup (20 persen), dan tugas individu (10 persen).

Prof. Kang menambahkan akan menugaskan mahasiswanya untuk membuat dua presentasi grup – saat mid-semester dan saat mid-final. Hal itu membuat para mahasiswa sambat. Prof. Kang sudah hapal tabiat para mahasiswa, mencari hal paling mudah. Dia kemudian menyarankan mereka untuk keluar dari kelasnya dan mencari kelas lain yang dirasa gampang lulus.

Hongsul tiba di kelas. Prof. Kang memberinya peringatan untuk Hongsul, dan mahasiswa lainnya, keterlambatan tiga kali dihitung satu kali bolos. Dan tiga kali bolos, bisa dipastikan dia takkan meluluskan para mahasiswa. Karena itu, dia meyakinkan semuanya bahwa dirinya akan selalu mengecek daftar hadir. Dia menandai Hongsul yang telah dihitung telat sekali.

Belum berhenti sampai di situ, Prof. Kang melihat banyak mahasiswa yang tidak membawa diktat. Dia pun memberikan ancaman bagi mahasiswa yang tidak membawanya. Jika dalam kelas berikutnya ada mahasiswa yang tidak membawanya, maka dipastikan mahasiswa itu akan mengulang seperti Sangchul Si Mapala (Mahasiswa Paling Lama, xixixi).

Minsoo menghampiri Hongsul di perpustakaan. Dia mengaku melihat orang yang memakai komputer perpustakaan setelah Hongsul adalah Yoojung. Informasi ini, Hongsul teruskan pada Bora dan Euntaek. Bora menyuruh Hongsul tidak langsung percaya, sebab tahun lalu Hongsul telah salah menuduh Yoojung sebagai orang yang melaporkan Sangchul. Jika kali ini Hongsul salah lagi bisa berabe urusannya.

Namun Hongsul sudah keburu percaya omongan Minsoo. Dia berencana mengecek kamera pengawas. Baru mau ke sana, Yoojung muncul mendekati Hongsul. Dia bertanya apa Hongsul mencurigainya? Untuk meyakinkan Hongsul, dia mau mengecek kamera pengawas bersama-sama jam 6 sore nanti. Dia pergi, setelah memberikan minuman kaleng kepada Hongsul.

Hongsul-Bora-Euntaek menunggu Yoojung. Mereka ingin mengecek kamera pengawas. Tunggu ditunggu Yoojung tak datang, padahal sudah jam 6 lewat. Ketiga sahabat kental-kentul itu memutuskan mengecek tanpa Yoojung.

Saat memeriksanya, mereka memang melihat Yoojung menyapa Hongsul di depan komputer. Hongsul mengacir begitu saja sehabis melihat Yoojung, ketakutan seperti melihat makhluk gaib.

Mereka menemukan satu fakta penting: Yoojung bukanlah orang yang telah mengganti mata kuliah Hongsul. Sebab di kamera pengawas tercatat jam 11.45, sedangkan seingat Hongsul mata kuliahnya berganti sekitar jam 11.53. Memang Yoojung sempat berdiam di depan komputer sehabis Hongsul kabur, tapi mereka tidak tahu apa yang terjadi karena petugas keburu nongol.

Sinopsis Cheese in the Trap Episode 1 Part 2

Yoojung-Sangchul bertemu di lantai atas. Yoojung bertanya apa tujuan Sangchul datang ke ruang kamera pengawas? Dia melihat Sangchul datang ke ruang kamera pengawas sekitar jam 5-an. Sebaliknya Sangchul bertanya Yoojung sendiri punya tujuan apa? Yoojung mengaku penasaran siapa orang usil yang telah mengubah-ubah KRS Hongsul? Dia mendapat laporan kalau komputer yang dipakai untuk mengganti KRS itu adalah komputer kampus, karena itu dia datang ke ruang kamera pengawas untuk mengecek.

Pernyataan itu secara tidak langsung menuding bahwa Sangchul-lah pelakunya. Sangchul tak berkutik. Dia akhirnya mengaku telah melakukannya dan mengemis minta dilepaskan. Dia tidak mau mukanya tercoreng oleh kejadian ini. Dia kemudian bercerita bahwa dirinya sama sekali tidak punya niatan awalnya. Saat ke perpustakaan, dia memang ingin memakai komputer, tapi di sana dia menemukan komputer yang dipakai Hongsul belum di-log-out. Otak isengnya muncul. Diubahlah KRS (Kartu Rencana Studi) Hongsul.

Sangchul mengaku kepepet. Dia tidak mau masuk ke kelas Prof. Kang dan kembali gagal. Sebab jika itu terjadi, maka sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan di masa depan. Sayangnya begitu mengubah KRS Hongsul, kelas Prof. Han keburu diisi orang lain. Amsyong deh! Dia memohon agar tidak dilaporkan perbuatan curangnya itu. Dia berjanji mau melakukan apapun yang diminta Yoojung.

Yoojung memberitahu Sangchul bahwa dirinya memang bisa melihat Sangchul memakai komputer itu di rekaman kamera pengawas, tapi tidak bisa mengetahui apa yang dilakukannya. Sangchul merasa dibodohi oleh Yoojung. Rasain!

Hongsul pulang, sambil menebak-nebak siapakah orang yang telah mengganti KRS-nya jika bukan Yoojung? Tak terduga, dia bertemu dengan Yoojung. “Kenapa kau tak langsung memberitahuku jika bukan kau pelakunya?” tanya Hongsul. Yoojung yakin jika dirinya langsung bicara, Hongsul takkan mau percaya. Dalam hati Hongsul memang tidak (setidaknya belum) bisa memercayai Yoojung. Banyak yang ingin ditanyakannya, tapi belum siap menerima jawaban.

Hongsul minta maaf. Yoojung lagi-lagi mengajak Hongsul makan bersamanya, dan Hongsul kembali menolaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s