SHOWBIZ

Cheese In The Trap (Episode 5 part 2)

Hongsul dan Yoojung saling maaf-maafan. Hubungan mereka berdua kembali membaik. Apa yang terjadi selanjutnya?

Yoojung dan Hongsul makan. Lamaaa, Hongsul memilih makanan di buku menu. Yoojung bertanya kenapa Hongsul serius betul? Hongsul sih bilangnya, karena dia baru pertama kali makan, makanya mau makan yang enak tapi murmer (murah meriah).

"Sinopsis

“Ah, kupon?” Yoojung mengingatkan. Hongsul menunjukkan di HP-nya menu makanan yang bisa dibeli dengan kupon. Yoojung setuju. Menunya sih lumayan: steak. Saat makan, Hongsul memberitahu Yoojung bahwa dirinya belum berinteraksi lagi dengan Inho. Yoojung menyuruh Hongsul memberitahu jika terjadi sesuatu.

“Oiya, bagaimana ceritanya kau bisa berteman dengan Bora dan Euntaek?” tanya Yoojung. Hongsul bercerita jika dirinya bertemu Euntaek melalui Bora, sedangkan dia dan Bora sendiri bertemu di sebuah akademi. Dia mengenang Bora adalah tipe wanita yang cukup agresif, sehingga pertemuan awal mereka cukup menakutkan. Setelah berbincang satu sama lain, mereka mulai akrab dan menemukan kecocokan satu sama lain.

"Sinopsis

“Kalau kupikir-pikir, kesan pertama bagi sebagian orang itu tetap, sementara sebagian lainnya bergerak ke arah yang berlawanan,” papar Hongsul. Yoojung kemudian melontarkan pertanyaan, bagaimana Hongsul menilainya waktu pertama kali bertemu dan sekarang setelah sering menghabiskan waktu bersama? Hongsul tersipu-sipu dengan wajah semerah tomat. Yoojung mengaku hal yang sama juga dirasakan olehnya.

Yoojung dan Hongsul jalan di trotoar. Ketika terdengar bunyi klakson motor di belakang mereka, Yoojung refleks menarik Hongsul ke pelukannya. Tujuannya untuk menyelamatkannya. Setelah motor itu berlalu, Hongsul sadar berada dalam pelukan Yoojung. Refleks dia menjauhkan tubuh Yoojung dari tubuhnya. Itu membuat mereka berdua sedikit canggung.

"Sinopsis

Sebagai pasangan yang baru saja berkencan, mereka juga menghabiskan waktu jalan-jalan bersama, melihat pedagang pinggir jalan. Melihat Yoojung memegang sebuah jam tangan, Hongsul menduga Yoojung menyukainya, meskipun itu hanya tebakannya. Yoojung tak menjawab. Dia justru tertarik pada ikat rambut yang Hongsul pakai mengikat rambutnya yang keriting kemerah-merahan. Dia suka itu. Dia mengambil gantungan kunci berbentuk boneka anjing dan menyamakannya seperti Hongsul – merah dan keriting. Dia membeli dua, satu untuk Hongsul dan satu untuk dirinya.

Di dalam kamar kos-kosannya, Hongsul menatap gantungan kunci yang dibelikan Yoojung. Dia membatin, “Hari ini, saya hanya menerima lagi.” Kemudian, dia berpikir untuk membelikan Yoojung jam tangan yang sebelumnya sempat dilihat Yoojung.

"Sinopsis

Hongsul meng-SMS Yoojung untuk menanyakan apa sudah tiba di rumah dengan selamat? Yoojung mengiyakan, lalu bertanya balik apa Hongsul juga?

Inho menerima SMS dari Inha yang memberitahu bahwa dirinya telah memakai semua uangnya, termasuk uang yang Inho berikan untuknya, karena itu dia akan mati kelaparan tanpa seorang pun mau menolongnya. Inho berusaha tidak peduli pada SMS itu. Hongsul muncul untuk mengambil air minum.

"Sinopsis

Iseng, Inho menghampiri Hongsul untuk mengatakan, “Apa kau jalan-jalan di jam pelajaranmu untuk pergi minum? Ini dia masalah utama bahasa Inggris dengan bangsa kita. Cobalah seperti itu lagi, Korea takkan berubah jadi sebesar Amerika.” Hongsul menaikkan sebelah alisnya. Dia mengingatkan Inho kalau sekarang mereka berdua pura-pura tidak mengenal satu sama lain.

Inho memarahi Hongsul, “Hah, apakah kau mengenalku? Pergi sana, aku harus membersihkan tempat ini. Dengan begitu kau bisa melenggang kangkung di atasnya.” Dia mencelupkan lap di air dan menyorongkannya ke kaki Hongsul. Itu membuat diktat yang Hongsul bawa jatuh tertelungkup. Hongsul memungutnya dan menemukan semua diktatnya luntur terkena air.

"Sinopsis

Inho merasa bersalah. Dia coba memperbaikinya, tapi Hongsul kepalang kesal dan langsung pergi. Inho membuntutinya. Saat itu, Inha muncul. Dia keheranan melihat mereka berdua. Ada ide licik di kepalanya yang licik.

Inha menghampiri Hongsul yang sedang mengeringkan diktatnya di kantin tempat kursusan. Dia membelikan snack untuk Hongsul. Itu cukup membuat Hongsul bertanya siapa Inha sebenarnya? “Kadar gulaku rendah, jadi kau harus membayarnya dengan cepat,” kata Inha.

"Sinopsis

Sementara itu, Inho yang merasa harus memperbaiki kesalahannya minta dipinjami diktat dari guru les dengan imbal balik menyemir sepatu. Guru les setuju, tapi dia mengingatkan Inho agar berhati-hati dengan sepatunya, karena sepatunya mahal. Baru mau menfotokopinya, Inho ditelpon Hongsul. “Hei Bulu Anjing, jika kau tahu apa yang sedang kulakukan untukmu, kau akan sangat terkejut,” Inho berseloroh.

Tapi orang yang menelpon Inho bukanlah Hongsul, melainkan Inha. Dia meminta Inho datang ke depan tempat kursusan membawa uang yang dimintanya di-SMS. Dia mengancam akan melakukan sesuatu pada Hongsul jika Inho tidak menurut.

"Sinopsis

Inha berterima kasih pada Hongsul karena mengizinkannya memakai HP miliknya. Tidak mau terlibat, Hongsul mau pergi. Inha menahannya. Dia ingin tahu apa hubungan Hongsul dengan Inho? Hongsul meyakinkan Inha bahwa dirinya dan Inho tidak memiliki hubungan asmara. Dia dan Inho hanya mengenal satu sama lain.

Tidak berapa lama kemudian, Inho muncul dengan tergopoh-gopoh. Dia memberikan diktat guru les pada Hongsul dan menyuruhnya mengembalikan setelah difotokopi. Setelah itu Inho menarik Inha enyah dari hadapan Hongsul. Inha berteriak-teriak, karena genggaman Inho terlalu keras.

"Sinopsis

Inho bertanya kenapa Inha menyeret Hongsul dalam persoalan mereka? Inha bertanya kenapa Inho kencan di saat seperti ini? Inho menegaskan bahwa dirinya tidak kencan dengan Hongsul. “Aku tidak tertarik mengurusi itu. Berikanlah aku uang,” pinta Inha. Inho bertanya apa lagi ulah Inha? Inha mengaku terlambat membayar tagihan HP. Inho kesal dan berniat menggampar Inha, tapi mendadak berhenti. “Kenapa? Apa kau mau memukulku? Kalau begitu, pukul aku. Kau tak ada bedanya dengan Bibi!” tantang Inha.

Dalam kilas balik, kita melihat Inha kecil dimarahi oleh Bibinya. Dia seperti gadis gila. Inho kecil menyelamatkan Inha dari amukan Bibi. Dia membawa Inha masuk ke kamar. Di dalam dia bertanya kenapa Inha membuat Bibi mengamuk? Inha meyakinkan Inho bahwa Bibi itu bukanlah Bibinya dan mengajak Inho untuk melaporkannya ke polisi.

"Sinopsis

“Jika kau melakukannya, dimana kita akan tinggal?” tanya Inho kecil, “Kita sudah tidak memiliki ortu lagi. Kakek bahkan sudah tiada. Kita pasti akan menjadi gelandangan.” Inha menegaskan biarpun itu terjadi, dirinya tak bisa tinggal di rumah Bibi. Dia kemudian mengambil barang-barang berharga milik Bibi dan mengajak Inho kabur. Karena tidak punya pilihan lain, Inho mengajak Inha kabur lewat jendela.

Waktu mau lompat keluar jendela, Inho berhasil meloloskan diri dan Inha tertahan oleh Bibi. Inho keluar rumah Bibi dan menemukan Papanya Yoojung. Inha berhasil keluar belakangan. Mereka berdua meminta Papanya Yoojung membawa mereka, karena Bibi telah jahat padanya. Inha menunjukkan luka lebam di tubuhnya, bukti Bibi memukulinya. Kilas balik selesai.
"Sinopsis

Sambil mengeluarkan uang pemberian Inho dari dalam amplop, Inha mendengus, “Aku hanya perlu terlihat menyedihkan dan dia terjebak. Dasar bocah. Dia masih terus merasa bersalah.”

Hongsul memberikan kopi pada Inho yang jongkok di luar tempat kursus meratapi nasib. Dia memberikan itu sebagai ucapan terima kasih dan memberitahu bahwa dirinya sudah memfotokopinya dan mengembalikan diktat pada guru Baek.

"Sinopsis

Hongsul membantu Papa-Mamanya di restoran barunya. Para tamu yang datang bejibun. Papa disindir seorang pengunjung, “Wah kau cocok juga memakai apron Presdir Hong.” Sindiran itu membuat Papa kesal. Dia keluar mencari angin. Hal itu membuat Mama tidak senang, karena merasa Papa enak-enakan sementara dirinya-Hongsul-dan adik iparnya mencari nafkah.

Yoojung menelpon Hongsul yang terkapar di kos-kosan. Hongsul mengaku bahwa dirinya kecapean, karena membantu Papa-Mama di restoran. Yoojung tahu diri. Dia mengganti acara nonton film di bioskop dengan acara bertemu di kafe dekat kos-kosan Hongsul.

Sinopsis Cheese in the Trap episode 5 part 2

Asdos Heo menghubungi seseorang, tapi pemilik HP tampaknya sedang mematikan telponnya.

Jooyung, tetangganya Hongsul, memesan minuman lagi pada pemilik kafe. Tapi pemilik kafe mengingatkannya untuk pulang saja, karena alk*hol akan membuat hidupnya kian berantakan. Jooyung melihat Yoojung ada di kafe yang sama dengannya. Dia memanggilnya dan mengajak Yoojung duduk semeja dengannya.
"Sinopsis

Jooyung dan Yoojung adalah kawan lama rupanya – sepertinya sih teman SMA. Yoojung bertanya kenapa penampakan Jooyung bisa kalap seperti sekarang? Jooyung bercerita kalau dirinya diusir oleh keluarga yang tak merestui hubungannya dengan pacarnya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena merasa pacarnya yang sekarang tulus menyukainya.

Yoojung menyuruh Jooyung pulang. “Eh iya, temanmu kan ganteng-ganteng semua kan ya?” tanya Jooyung, “Ah iya, aku kan tak mungkin berteman dengan orang sepertimu.” Yoojung menatap Jooyung tajam. Jooyung meminta maaf. Dia menjelaskan maksudnya bukan seperti itu, tapi dia makin meracau. Yoojung mengajaknya pulang.  Jooyung meminta Yoojung mentraktirnya, hanya sebotol saja.

"Sinopsis

Hongsul datang. Jooyung bertanya, “Sedang apa kau disini sayang?” Hongsul menjelaskan Yoojung kalau Jooyung adalah tetangganya yang biasa memanggilnya dengan sebutan sayang – dialeknya saja. Melihat Hongsul dan Yoojung duduk bersebelah-sebelahan, Jooyung menebak mereka berdua berpacaran.

Inho melihat seseorang mencuri batu bata pengganjal mobil. Dia mau cuek, tapi karena itu arah rumah Hongsul, dia berubah pikiran dan mengejar pencuri tersebut.

"Sinopsis

Asdos Heo menelpon Jooyung di luar kos. Pencuri batu bata itu menghantamkan batu bata ke kelapa Asdos Heo lalu mengambil kuncinya. Inho yang muncul beberapa saat kemudian kaget menemukan Asdos Heo terkapar. Seorang wanita berteriak melihat Inho bersama seorang pria terkapar. “Panggil polisi, jangan teriak saja!” perintah Inho.

Jooyung makin mabal. Yoojung tak tahan lagi. Dia pun membopong Jooyung untuk membawanya pulang. Anehnya, Hongsul tak menemukan pintu kos Jooyung dalam keadaan terkunci. Dia heran saja. Yoojung meletakkan Jooyung di kasur yang baru saja digelar Hongsul.

"Sinopsis

Begitu keluar, Yoojung meminta Hongsul mengembalikan kunci kamar kos Jooyung besok. Tapi Hongsul kehilangan keseimbangan tubuhnya dan mau jatuh.

Besoknya, Jooyung dituding miring oleh tetangganya sebagai pria mesum yang suka mencuri daleman wanita. Berkali-kali dia menepis, berkali-kali pula tudingan pria mesum diarahkan padanya. Dia diminta mengatakan alibinya antara jam 9-12 malam. Hongsul kebetulan lewat, Jooyung menahannya dan meminta kesaksiannya. Tetap saja Jooyung dicurigai. Seorang polisi meminta Jooyung mengizinkannya memeriksa kamar kos, apakah ada daleman wanita di sana? Jooyung mempersilakan. Dia mengajak Hongsul ikut serta.

"Sinopsis

Di dalam kamar Jooyung, mereka menemukan banyak sekali daleman wanita ada di balik tempat tidur. Hongsul kaget juga. Polisi mengajak Jooyung untuk datang ke kantor.

Di kantor polisi, Yoojung menelpon Hongsul yang memberitahukan kasus yang dituduhkan pada Jooyung. Yoojung bersikap dingin. Jooyung akan dibebaskan kalau tidak bersalah. Jika bersalah akan ditangkap. Hongsul heran, Yoojung bersikap sedingin itu. Jooyung tiba-tiba kabur ketika mendengar Asdos Heo ikut diserang juga. Dia peduli teriak polisi yang mengancamnya akan menambah hukuman jika kabur.

"Sinopsis

Hongsul keluar kantor polisi. Dia melihat Inho ada di sana. Inho bercerita sambil jalan kalau dirinya melapor, tapi malah dituding sebagai pelaku dan menginap semalam di kantor polisi. Hongsul bertanya kenapa Inho bisa ada di dekat rumahnya? Inho kaget. Dia coba menjelaskan kronologisnya dengan terbata-bata. “Kenapa kau terbata-bata, memangnya aku menuduhmu atau apa?” tanya Hongsul. Inho menggeleng dan mengingatkan Hongsul agar lari jika lain kali bertemu Inha.

Hongsul pulang dan mendengar suara ribut-ribut dari dalam kamar Jooyung. Itu adalah Jooyung dan Asdos Heo yang sedang bertengkar meributkan kejadian semalam dan hubungan mereka, ups. Hubungan mereka? Asdos Heo memutuskan pergi saja. Begitu membuka pintu dia menemukan Hongsul berdiri di depan kamar Jooyung. Dia bertanya apa yang Hongsul lakukan? Hongsul mengaku tinggal di sebelah dan ingin melihat kondisi Jooyung.

"Sinopsis

Pada kesempatan itu, Asdos Heo membocorkan rahasia bahwa dirinya telah diminta Yoojung untuk menghilangkan laporan Yoojung, sehingga Hongsul mendapat beasiswanya. Hongsul kaget. Dia tak pernah mendengar cerita itu selama ini.

Hongsul dan Yoojung bertemu di taman. Karena sudah janji menceritakan apa yang menjadi kegusarannya, Hongsul memberitahu apa yang Asdos Heo katakan. Yoojung mengiyakan. Dia beralasan tak ingin Hongsul cuti semester lagi. Kalau tidak begitu, mereka takkan sedekat sekarang. Itulah satu-satu cara agar dirinya bisa dekat dengan Hongsul.

"Sinopsis

Hongsul tidak menilainya itu sebagai tindakan heroik. Justru sebaliknya, dia menyalahkan Yoojung. Karena tindakan itu membuat Asdos Heo dianggap ceroboh dan dirinya menjadi mahasiswa yang seharusnya tak mendapatkan beasiswa. Karena tidak tahu, dia mengaku sempat menertawai Asdos Heo. Yoojung membela dirinya. Dia menegaskan Asdos Heo bukanlah korban. Dia mengaku pernah dirugikan oleh Asdos Heo juga dan memanfaatkan titik celah itu. Dia meminta Hongsul tak perlu pusing memikirkan semua yang telah terjadi. “Kenapa kau selalu menganggap semuanya begitu sederhana, Sunbae?” tanya Hongsul marah.

Hongsul bertanya kenapa Yoojung tak melihatnya dari sudut pandangan Asdos Heo, yang dianggap ceroboh dan membencinya gara-gara itu. Yoojung meyakinkan Hongsul bahwa apa yang dilakukannya adalah demi dirinya. Hongsul memilih pergi. Yoojung menghubungi Asdos Heo untuk membuat perhitungan.

"Sinopsis

Kita pun melihat kilas balik 6 bulan lalu di Pesta Penyambutan. Saat itu Asdos Heo ikut hadir. Dia keluar dan menemukan dompet, entah milik siapa, dan mengambil duit di dalamnya. Hal itu diketahui oleh Yoojung. Beberapa waktu kemudian Yoojung datang dan menekan Asdos Heo untuk tidak menginput laporan ke data. Awalnya, Asdos Heo menolak tapi Yoojung membuat kesepakatan dengannya.

Jooyung khawatir Asdos Heo akan diapa-apakan oleh Yoojung. Soalnya Yoojung itu orang yang pendendam. Benar saja, tidak berapa lama kemudian, Yoojung datang dan bertanya kenapa Asdos Heo memberitahunya, padahal tahu dia yang salah? Kenapa Asdos Heo melanggar kesepakatan mereka?

"Sinopsis

Yoojung ingin menghajarnya, tapi Jooyung menahannya dan mengemis minta Yoojung mundur. Asdos Heo bertanya kenapa Jooyung mau mengemis pada orang seperti Yoojung? “Yang satunya pencuri uang. Yang satunya pencuri pakaian dalam,” sindir Yooung, “Jooyung apa ortumu tahu kondisimu?” Jooyung menegaskan jika Asdos Heo mencuri uang untuknya, tapi dia tak mencuri daleman wanita. Yoojung tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga mereka menemukan buktinya.

“Sialan, kenapa aku harus menjelaskannya, kau tetaplah Yoojung, yang takkan mengerti perasaan orang lain,” ucap Jooyung, “Kau bisa begitu saja menghancurkan hidup orang lain. Bahkan semakin kejam dari yang dulu.”

"Sinopsis

“Jadi, kau pikir ini salahku? Dialah yang salah, kau juga. Hidupku jadi hancur juga. Kenapa kau bisa memberitahu Hongsul?” tanya Yoojung mau maju lagi. Jooyung berlutut minta Yoojung tidak memperpanjang urusan lagi.

Yoojung memutuskan memaafkan Asdos Heo dengan syarat, Jooyung kembali pada keluarganya. Dia tidak ingin Hongsul tahu kelakuan mereka berdua. Mau tak mau Jooyung harus berpisah dari Asdos Heo.

"Sinopsis

Yoojung merenungkan ucapan-ucapan Jooyung dan Hongsul. Dia bertanya-tanya cara berpikir dan tindakannya aneh? Dia juga teringat kejadian-kejadian yang telah lalu. Saat Sangchul ketahuan olehnya dll. Dia meyakinkan dirinya sendiri kalau yang aneh adalah mereka semua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s