SHOWBIZ

Cheese in the Trap (Episode 6 Part 1)

Hongsul tahu kalau Yoojung sengaja meminta Asdos Heo membuang laporannya, sehingga dia-lah yang mendapatkan beasiswanya. Meskipun, itu Yoojung lakukan untuk membuat dirinya dekat dengan Hongsul, tapi Hongsul tak terkesan. Sebaliknya Hongsul tidak suka dengan tindakan Yoojung. Mereka pun bertengkar. Bagaimana cara mereka berbaikan kembali?

Episode kali ini diawali dengan adegan mimpi Hongsul dan Yoojung bertengkar di meja makan. Mereka duduk berhadap-hadapan. Yoojung menjelaskan bahwa mereka harus berdialog di meja makan itu supaya Hongsul puas. Dia mengatakan, “Kau menilaiku dan menciptakan kesalahpahaman ini sejak awal tahun ajaran, tapi kenapa kau tak bisa mengabaikan satu hal, hanya satu hal saja?” ~ meja makan memanjang, tanda hubungan mereka menjauh.

"Sinopsis

“Oke, mungkin dulu aku melakukan kesalahan, tapi aku melakukan yang terbaik untukmu sekarang. Aku menyerahkan beasiswaku untukmu dan membantu kuliahmu (mengerjakan laporan, tugas, dsb). Terus apa masalahnya hah? Apa kau tidak suka hal itu? Ah, aku yakin kau suka kan?” ~ meja makan kembali menjauh.

“Coba pikirkan, kau menerima semua dariku, dan sekarang kau mengatakan aku jahat?! Apa yang kau harapkan dariku? Apa yang mau kau lakukan? Apa kau suka bertengkar denganku begini?” ~ lampu hias jatuh ke atas meja. Meja makan kembali memanjang.

>"Sinopsis

Mimpi itu terganggu karena Hongsul mendengar HP-nya berdering. Dia terbangun dan membuka HP-nya. Ada SMS dari Bora di sana, yang memberitahukan jika Papanya sudah pulang dari RS. Dia mengajak Hongsul bertemu untuk merayakannya.

Bora menasihati Hongsul kalau seharusnya yang dia lakukan adalah bersyukur memiliki pacar seistimewa Yoojung – sudah kaya, pintar, ganteng, baik hati, tidak sombong, gemar menabung, dan halah… hehehe. Hongsul menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin menjadi terbiasa menerima kebaikan Yoojung. “Terus apa yang mau kau lakukan? Putus? Berhenti?” tanya Bora.
"Sinopsis

Hongsul meng-SMS Yoojung, mengajaknya bertemu untuk bicara.

Inho menerima SMS dari Inha lagi. Seperti biasa, Inha meminta uang lagi pada Inho. Dimintai terus oleh Mbaknya membuat Inho stres. Dia menggerutu karena Inha terlalu boros, padahal baru diberi uang beberapa hari sebelumnya.

"Sinopsis

Hongsul melihat Inho menggerutu. Dia mendekat untuk menanyakan apa yang terjadi pada Inho, karena terlihat seperti orang yang punya masalah besar. Inho berkata, “Tidak, aku hanya bertanya-tanya kapan si bulu anjing mengajakku makan?” Hongsul mengomel. Dia bertanya kenapa Inho selalu berpikir tentang makanan saat bertemu dengannya? Tapi dia setuju untuk mentraktir Inho.

Yoojung sedang menghapus SMS-SMS yang tidak penting ketika melihat SMS Hongsul masuk. SMS mengajak bertemu tadi.

"Sinopsis

Sementara itu, Inho menunggu kedatangan Hongsul di toserba, sekalian berteduh dari hujan. Dia menerima SMS Hongsul yang baru akan datang sekitar 10 menit lagi. Bosan menunggu lama, Inho menonton TV yang menyiarkan wawancara guru pianonya. Dia melihat gurunya angkat topi pada kemampuan Inho bermain piano. Itu membuat Inho teringat perbincangannya dengan sang guru.

Dalam kilas balik, kita melihat Inho sedang latihan pra-konsernya ditemani guru pianonya itu tadi. Inho memamerkan kepiawaiannya memainkan piano dengan kecepatan tinggi. Pusing denger nadanya, kayak suara tawon… ngiiing… ngiiing… ngiiing. Guru mengingatkan Inho untuk berhati-hati terhadap tepuk tangan dan pujian. Tepuk tangan adalah pisau dan pujian adalah racun.

"Sinopsis

Di kilas balik yang lain, kita melihat Inho berada di ruang perawatan, tangan kirinya dibebat perban. Guru piano membujuk Inho untuk tidak patah arang, karena Inho bisa kembali setelah rehabilitasi. Tapi Inho terlanjur jatuh. Kilas balik selesai.

Inho menangis mengenang itu semua. Dia melihat di layar TV penampilannya.
"Sinopsis

Hongsul muncul diseberang jalan dengan payung. Dia membeku melihat Inho menonton TV di toserba, lebih-lebih Inho menangis. Inho berbalik dan melihat Hongsul. Buru-buru Hongsul menghampiri dan memayunginya. “Kenapa kau telat banget?” tanya Inho, “Aku kehujanan nih gara-gara menungguimu. Sudah lupakan soal makan!” Mereka pergi ke kafe yang terletak di dekat kos-kosan Hongsul.

Yoojung menunggu Hongsul di depan kos-kosannya.

"Sinopsis

Inho bertanya kenapa Hongsul tidak minum? Hongsul mengaku bahwa dirinya bukan peminum handal. Dia minum pelan-pelan. Inho mencemooh kemampuan Hongsul. “Hal apa sih yang kau banggakan selain belajar?” tanyanya.

Yoojung muncul. Jeng jeng. Hongsul dan Inho tergagap. Yoojung mengaku bahwa dirinya datang ke kos-kosan Hongsul, tapi karena Hongsul tak kunjung muncul dia menebak Hongsul mungkin ada di kafe itu. Ternyata tebakannya benar. Hongsul merasa kegep.

"Sinopsis

Tanpa diminta Yoojung duduk di sebelah Hongsul, sambil bertanya, “Kenapa kau masih terus saja mengganggunya? Kan sudah kubilang untuk menjauh!” Inho membela diri. Dia mengatakan Hongsul-lah yang mau mentraktirnya. Dia menyuruh Yoojung pergi jika memang tak ingin bergabung. Di luar dugaan Yoojung mau. Dia meminta sebotol soj* lagi pada ahjumma pemilik kafe.

Sambil menunggu pesanannya datang, Yoojung menyuruh Inho berkonsentrasi pada pekerjaannya, karena harus menghidupi diri sendiri dan Inha. Inho membalas kalau semua terjadi berkat Yoojung. Dia meminta Yoojung untuk tidak membawa-bawa nama Inha tiap kali bertemu atau bicara. “Apa kau mau bilang itu salahku?” tanya Yoojung.
"Sinopsis

Hongsul meminta Yoojung dan Inho tenang, tidak berkelahi. Inho bertanya pada Yoojung apakah yang Hongsul lakukan itu salah? “Ah tidak tahulah, aku hanya minum di sini! Apakah ini kelompok dimana aku bisa minum tanpa diganggu?” tanya Inho, “Andai Inha ada di sini, semuanya akan lebih lengkap!” ~ ucapan Inho yang terakhir mengundang rasa cemburu dari Hongsul. Dia bertanya-tanya apa Inha yang dimaksud itu Mbaknya Inho? Apa hubungan Inha dengan Yoojung?

Yoojung berterima kasih pada Hongsul yang telah meng-SMS-nya untuk mengajak ketemuan, lalu bertanya apa yang Inho katakan tadi benar – soal Hongsul yang mentraktir Inho? Hongsul mengiyakan, dengan alasannya dia punya beberapa utang budi pada Inho. “Kalau memang benar seperti itu, seharusnya kau mengatakannya padaku,” pinta Yoojung.

"Sinopsis

“Hei, kita kan sedang bertengkar!” Hongsul mengingatkan. Inho tak percaya Yoojung dan Hongsul sedang bertengkar, soalnya terlihat lucu. Dia menyebutkan mereka berdua tidak cocok, dan menyarankan agar mereka berciuman lalu putus saja. Yoojung menyuruh Inho diam.

“Ah, kau tak tahu bagaimana dia sebelumnya?” tanya Inho. Hongsul mulai menuang soj* ke dalam gelasnya, dan tentu saja mulai mab*k. Inho melanjutkan jika Yoojung itu pria ganteng yang kaya, yang memiliki banyak daftar gadis yang telah disakiti. Dengan lebay, dia mengatakan jika air mata para gadis yang telah Yoojung sakiti itu digabungkan, maka bisa membanjiri Sungai Han. Wkwkwk.
"Sinopsis

“Dia gampang mendapatkan gadis, dan jelas bukan tipe pria setia!” ungkap Inho lagi, “Oiya, dia juga terlalu memilih gadis berdasarkan penampilan dan bentuk fisiknya.” Lagi, Yoojung menyuruh Inho berhenti mengatakan hal buruk tentangnya. Tapi Inho seperti meledek. Yang dikatakannya adalah kebenaran, bukan sesuatu yang salah.

Hongsul yang sudah teler bertanya lirih, “Banyak wanita dengan penampilan dan bentuk fisik semlohe. Terus apa dia kencan dengan Inha juga?” Yoojung dan Inho sama-sama mengatakan: “TIDAK!” Hongsul membela diri. Dia hanya meneruskan apa yang Inho katakan tadi.

"Sinopsis

Inho bertanya apa Hongsul pernah berkencan atau tidak dengan seorang pria? Hongsul, entah berbohong, entah tidak, mengatakan bahwa dirinya pernah pacaran waktu SMA dengan orang yang ganteng kayak sekuteng belum mateng. Hal itu membuat teman-teman lainnya iri.

“Apakah dia bocah gereja? Penabuh drum? Kau naksir dia dan menguntitinya kan? Karena itulah, kau didepak!” komentar Inho. Entah benar atau tidak, tapi Hongsul bertanya balik, bagaimana Inho bisa tahu semua itu?

"Sinopsis

Yoojung membela Hongsul. Dia mengatakan seharusnya Inho mengurus dirinya sendiri saja. Inho melihat Yoojung menatapnya. Dia bertanya kenapa Yoojung menatapnya? Apa mau berkelahi? “Aku tak takut!” timpal Yoojung.

Hongsul yang sudah teler bangkit. Dia menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan itu kekanak-kanakan. Sambil memukul kepala mereka berdua, dia berkata, “Yang satu ini selalu marah pada sesuatu. Yang satu ini selalu minta dibelikan sesuatu olehku!”
"Sinopsis

“Bulu anjing, kau marah?” tanya Inho masih coba berkelakar. Hongsul marah besar. Dia memberitahu Inho kalau rambutnya bukanlah ikal bulu anjing, tapi ikal alami. Dia meminta Inho menyebutnya seperti itu saja, daripada menyebutnya bulu anjing. Yoojung menyuruh Hongsul berhenti marah.

Hongsul duduk dan menuntut jawaban lagi, apa Yoojung dan Inha berkencan? Yoojung dan Inho menegaskan kembali kalau Inha dan Yoojung tak pernah berkencan. Setelah mendapat jawabannya, Hongsul pingsan. Kepalanya terkulai di atas meja.
"Sinopsis

Yoojung menggendong Hongsul di punggungnya, membawanya ke kos-kosan. Inho membuntutinya. Dia khawatir Yoojung mengapa-apakan Hongsul. Dia cerewet betul. Yoojung menyuruhnya pulang. Inho menolak. “Oiya, ngomong-ngomong apa kau yakin tidak memiliki penyesalan untukku?” tanya Inho lagi. Yooung balik menanyakan hal yang sama. Inho tahu tak ada jawaban untuk itu. Dia takkan bertanya lagi.

Tiba-tiba seseorang menimpuk Inho dengan botol air. Orang itu berteriak, kenapa berani-beraninya menggendong Hongsul dan memerintahkan Yoojung untuk menurunkannya! Inho bertanya balik siapa orang yang telah melemparnya dengan botol air? Orang itu menghampiri Yoojung dan mengatakan, “Turunkan Mbakku sekarang!” Yap, pria itu adalah Hongjoon, adiknya Hongsul.
"Sinopsis

Hongsul berhasil bangun dan mengenali Hongjoon, tapi dia mau mengeluarkan jackpot. Yoojung, Inho, dan Hongjoon meminta Hongsul tidak munt*h di jalanan.

Hongsul bangun dan menemukan Hongjoon ada di kamarnya. Dia bertanya kenapa Hongjoon bisa ada di kamarnya? Bagaimana dengan sekolah Hongjoon? Hongjoon mengaku sedang enggan sekolah. Dia merasa tak bisa belajar tanpa memikirkan kondisi ekonomi keluarga yang sedang morat-marit, maklum Papa sudah tak kerja dan Mama buka warung makan mi.

"Sinopsis

“Apa Papa-Mama sudah tahu?” tanya Hongsul lagi. Hongjoon mengiyakan. Dia menunjuk lebam di wajahnya itu gara-gara ditabok Papa. Dia mengatakan akan tinggal sementara waktu di kos-kosannya Hongsul. Hongsul menarik guling yang sedang dipakai mengganjal kepala Hongjoon, lalu memukul-mukulkannya ke tubuh Hongjoo sebagai pengejawantahan atas kekesalannya.

Untung saja, Hongsul dapat SMS sehingga tidak menghajarnya lagi. Itu SMS dari Yoojung yang menanyakan apa Hongsul tidur nyenyak dan tidak sakit perut lagi juga minta dihubungi jika Hongsul sudah bangun? Hongjoon kemudian bertanya siapa pacar Hongsul di antara kedua pria itu? Si Preman (Inho) atau si Mahasiswa keren (Yoojung)?

"Sinopsis

“Dua-duanya ganteng, tapi semoga bukan si Mahasiswa keren itu,” kata Hongjoon berharap. Kenapa? “Karena kau sudah munt*h di kepalanya,” jelas Hongjoon. Hongsul menutup mulutnya. Dia tak menyangka melakukan itu.

“Tapi bohong,” ucap Hongjoon lagi. Dia mengatakan Hongsul munt*h di depan pintu. Biar bagaimanapun itu jorok. Dia yakin Hongsul bakalan langsung diputus Yoojung. Hongsul memegang dadanya. Dia mengambil bantal lagi dan menghajar Hongjoon.

"Sinopsis

Hongsul berangkat dan menemukan Jooyung mengepak semua barang-barangnya, kebanyakan buku kuliah. Dia bertanya apa yang Jooyung lakukan? Jooyung mengaku ingin pindah kos. Dia meminta agar Hongsul tak membocorkan hubungannya dengan Asdos Heo. Hongsul mengiyakan.

Hongsul agak kikuk waktu bertemu Yoojung. “Aku sudah memikirkannya, kau jangan pernah minum sendirian lagi,” pinta Yoojung. Hongsul mengiyakan dan bertanya apa dirinya menggila kemarin? Yoojung berseloroh kalau sikap Hongsul sangat lucu.
"Sinopsis

Hongsul memberitahu kalau Jooyung pindah kos. Kemudian, dia minta maaf pada Yoojung karena marah saat kenyataan tentang beasiswa itu terkuak hanya memikirkan dari sisi Asdos Heo. Dia yakin Yoojung tak berniat buruk padanya, tapi meminta Yoojung berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

“Nanti makan dan nonton film bioskop yuk,” ajak Hongsul kemudian. Yoojung merasa tidak enak, baru marahan dan baikan sudah diajak nonton film. Hongsul mengatakan bahwa dirinya memaafkan Yoojung kali ini.
"Sinopsis

Seseorang menguntit Inho. Merasa ada yang membuntuti, Inho balik badan dan menyuruh orang itu keluar. Orang itu keluar. Inho mengenalnya dan bertanya bagaimana tahu kalau dirinya ada di sini? Apa disuruh Presdir? Orang itu menggeleng. Dia menunjukkan brosur tempat kursusan Hongsul dimana ada foto Inho di sana. Dia datang setelah melihat brosur tersebut dan memberitahu kalau Presdir sudah tahu. Dia menyarankan Inho untuk bersembunyi dan mengganti nomor HP-nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s