SHOWBIZ

Cheese in the Trap (Episode 6 Part 2

hubungan Hongsul dan Yoojung sebelumnya retak. Setelah bertengkar, mereka kembali mesra lagi. Masa lalu Inho dikuak sedikit. Dia dulu piawai bermain piano tapi tangannya sakit entah karena apa – episode sebelumnya sempat diceritakan dia dihajar anak-anak SMA. Dia juga diburu seseorang, Presdir pula jabatannya, apa dan kenapa ya? Makin seru? Lanjut sajalah…

Inha bokek. Dia tidak bisa minta duit terus-terusan pada Inho dalam rentang waktu yang cukup rapat. Alhasil, dia memutuskan menghubungi mantan pacarnya. Bukannya sambutan hangat yang dia dapat, melainkan hardikan. Mantan pacarnya Inha tahu apa tujuan Inha menelponnya. Akhirnya, dia menghubungi Inho lagi untuk minta uang.

"Sinopsis

Inho tidak bisa memberikan uang pada Inha lagi sekarang. Dia juga minta Inha tidak menghubunginya, karena dia harus kabur dan mengganti nomor telponnya. Ada seorang Presdir memburunya.

Yoojung mengantar Hongsul pulang ke kos-kosannya. Dia menanyakan rencana kepindahan Hongsul dari kos-kosan kumuh itu? “Jika perkuliahan dimulai lagi,” timpal Hongsul, “Ya, semuanya akan selesai. Les bahasa Inggris, tinggal di sini, dan liburan semester ini. Jadi sedih rasanya.”

"Sinopsis

“Tapi, tidak dengan hubungan kita kan?” tanya Yoojung, “Kita akan tetap sering bertemu, bahkan jika perkuliahan dimulai.” Hongsul mengangguk. Dia lalu mengeluarkan kotak hadiah berisi jam tangan dari dalam tasnya. Itu jam yang sempat Yoojung lihat beberapa waktu sebelumnya. Dia sedikit malu, karena mungkin Yoojung tak menyukainya. Tapi Yoojung menarik Hongsul ke dalam pelukannya dan berkata kalau dirinya menyukai jam tangan pemberian Hongsul.

Setibanya di rumah, Yoojung dengan semangat melepas jam tangan yang biasa dipakainya. Dia menggantinya dengan jam tangan pemberian Hongsul. Dia meletakkan jam tangan lamanya di kotak jam tangan koleksinya.
"Sinopsis

Hongsul berangkat les dengan wajah ceria, karena telah baikan dengan Yoojung dan bisa mengobrol santai. Keceriaan di wajahnya mendadak hilang saat Inho muncul dan memanggilnya dengan sebutan “ikal alami”. Dia menanyakan keadaan Hongsul. Hongsul memarahinya karena berani menyebutnya dengan sebutan “ikal alami”.

Hongsul membeli sesuatu di toserba sebelum masuk ke tempat les. Seorang pemuda masuk. Hongsul melihatnya dan langsung berusaha menyembunyikan dirinya. Dia mengenali pemuda itu sebagai Oh Younggon.
"Sinopsis

Dalam kilas balik, kita melihat Younggon mengejar Hongsul untuk mengajaknya bicara, karena tidak pernah direspons telponnya. Hongsul mengancam akan melaporkan Younggon ke polisi dengan tuduhan menguntit. Younggon terkekeh. Dia berpikir Hongsul sok jual mahal padanya. Soalnya dia mendapat informasi kalau Hongsul menyukainya. Siapa pemberi informasi itu? Yoojung. Itulah kenapa Younggon mengejar Hongsul secara membabi buta. Lalu, Younggon menarik Hongsul pergi.

Younggon membayar rokok yang dibelinya. Sebelum keluar toserba, dia sempat melihat Hongsul di kaca pengintai. Tapi memilih untuk menunggunya di luar.

"Sinopsis

Setelah membayar belanjaannya, Hongsul keluar dengan perasaan takut-takut. Tak mau berpapasan dengan Younggon, dia memilih jalan belakang tempat les, tak dinyana dia malah bertemu Younggon. “Hongsul, ternyata itu benar-benar kau. Tadi aku melihatmu di toserba, tapi aku masih tak yakin itu kau,” ungkap Younggon. Dia bertanya apa Hongsul les?

Hongsul memperlihatkan ekspresi ketakutan di wajahnya. Younggon menggandeng tangan Hongsul untuk mengajaknya bicara di sudut gang. Hongsul menepis tangan Younggon dan berniat pergi. Younggon tak membolehkannya, “Tenanglah, aku sudah tak tak punya perasaan apa-apa padamu. Kita bisa jadi teman.” Hongsul tetap tak mau. Dia ingin pergi.
"Sinopsis

“Kau masih tetap dingin. Jangan seperti itu. Hatiku jadi sakit,” kata Younggon menunjuk ke dada sebelah kiri, “Oiya, kudengar, kau sedang dekat dengan Yoojung. Apa kau pacaran dengannya?” Hongsul terdiam. Dari ekspresi yang Hongsul tunjukkan, Younggon bisa menangkap kalau Hongsul memang pacaran sama Yoojung. Dia tak percaya Hongsul bisa pacaran dengan Yoojung, karena Yoojung telah menyakiti mereka berdua.

Younggon mengingatkan Hongsul kalau Yoojung adalah pria brengs*k yang akan melukai hati Hongsul lagi. Hongsul mendorong Younggon menjauhi dirinya. Younggon bertanya bagaimana bisa Hongsul jadian sama Yoojung, padahal Hongsul adalah tipe wanita pemalu?
"Sinopsis

Tiba-tiba Inho muncul dan langsung menendang punggung Younggon. Mencelatlah Younggon. Dia bertanya siapa Inho tahu-tahu datang menendangnya? Inho bertanya balik, “Siapa kau?”

Younggon mencemooh Hongsul. “Yoojung, Euntaek, dan preman ini. Kau seperti wanita penggoda sekarang, yang menggoda semua pria.” Inho mencekik Younggon dan mendorongnya ke tembok. Dia hendak menghantam wajah Younggon dengan tinju kirinya, tapi Hongsul menahannya, sehingga Inho hanya menghantam tembok di sebelah kepala Younggon.

"Sinopsis

Younggon kabur. Dia berjanji akan menuntut Inho dan membuatnya di penjara. Hongsul menyuruh Younggon melakukannya. Dia juga akan melaporkan Younggon, karena telah mengganggunya. “Ingatlah kata-kata: Yoojung pasti melukai hatimu nanti,” kata Younggon, “Apa kau tahu alasannya memintaku mendekatimu tahun lalu?” Inho mengusir Younggon yang masih terus mengoceh.

Guru Baek memberitahu Inho kalau ada titipan. Itu adalah obat. Inho bertanya siapa yang memberikannya? Guru Baek mengaku tidak tahu menahu, tapi dia mengenali ciri-cirinya: bermata sipit dan berambut ikal. Inho tahu siapa orang yang memberikannya: Hongsul.
"Sinopsis

Di dalam kelas, Hongsul tak bisa konsentrasi mendengar penjelasan guru lesnya. Dia masih kepikiran kata-kata Younggon, “Kenapa dia memintaku mendekatimu tahun lalu?” dan juga kata-kata Inho, “Dia hanya cecunguk kecil bagi Yoojung.”

Hongsul keluar tempat les dan menepis semua kata-kata itu dari dalam pikirannya. Dia tak mau lagi bertengkar, soal baru saja baikan. Inho menyapanya, tapi Hongsul tak mendengarnya dan menghampiri Yoojung yang menunggu dengan kece bersandarkan mobil putihnya.
"Sinopsis

Hongsul dan Yoojung berpegangan tangan tanpa rasa canggung lagi. Hongsul senang Yoojung memakai jam tangan pemberiannya. Tiba-tiba, dia menghentikan langkahnya karena merasa melihat seseorang di dalam gang. Yoojung maju untuk memeriksanya dan meyakinkan Hongsul tak ada siapa-siapa di gang kecil itu.

Setibanya di depan kos, mereka menemukan banyak kerumunan orang dan polisi. Wanita yang dulu melapor ada pria mes*m di kos-kosan kembali membuat pengaduan ke polisi. Polisi yang menanganinya pun sama. Melihat Hongsul, polisi dan wanita itu menghampirinya dan bertanya tentang Jooyung.
"Sinopsis

Hongsul menyebutkan Jooyung bertubuh pendek, gempal, dan berambut hitam. Polisi merasa wanita itu salah menuduh orang, karena tadi menyebutkan ciri-ciri pria mes*m itu bertubuh tinggi, berambut merah, dan memakai topi. Wanita itu meyakinkan polisi kalau Jooyung-lah pelakunya, tak lain tak bukan. Polisi meminta wanita tidak menyimpulkan berdasarkan opini.

Hongsul dan Yoojung memutuskan ke dalam, tidak ingin mencampuri urusan ribut-ribut itu. Yoojung yang khawatir pria mes*m akan muncul lagi memutuskan untuk menemani Hongsul.
"Sinopsis

Hongsul merapikan baju-baju yang berserakan di dalam kamarnya. Dia mengganti baju setelah memberikan Yoojung minum, air putih. Setelah itu dia duduk canggung di dekat Yoojung, dan merasa malam ini takkan tidur dengan mudah. Aish.

Untuk memecah kebekuan di antara mereka, Hongsul menawari Yoojung nonton TV. “Kau ada TV?” tanya Yoojung. Hongsul mengiyakan. Dia menyebutkan TV-nya disimpan di lemari karena jarang ditonton. Yoojung membantunya menarik TV, karena sepertinya Hongsul kesulitan mengeluarkannya.

"Sinopsis

Mereka berdua menariknya keluar. Bukannya keluar mereka malah terpental. Posisinya nge-pas banget lagi, Yoojung di atas Hongsul di bawah, hihihi. Yoojung mendekatkan wajahnya pada wajah Hongsul. Segera Hongsul menutup mulutnya. Yoojung berhenti. Dia lalu berbisik agar mereka tak usah menonton TV.

Hongsul mengajak Yoojung tidur. Karena takut disalahpahami, dia memberikan isyarat tidur itu dengan menangkupkan kedua telapak tangannya dan menempelkannya di pipi. Yoojung mengerti. Setelah mengambilkan selimut untuk Yoojung, Hongsul langsung merebahkan diri di kasur dan memunggungi Yoojung. Yoojung mematikan lampu kamar dan ditidur di lantai.
"Sinopsis

Beberapa lama kemudian, Hongsul berbalik dan melongok melihat Yoojung. “Kau tak bisa tidur?” tanya Yoojung. Dia melihat jam masih menunjukkan waktu 10.30-an. Dia pun bangun lagi dan menyalakan lampu. Selanjutnya, dia minta izin Hongsul melihat album-album fotonya.

Karena mereka sedang melihat foto Hongjoon, Hongsul menceritakan tentang Hongjoon yang suka menyebalkan dan dimanja oleh ortu mereka. Dia juga menceritakan tentang dirinya sendiri yang selalu belajar giat demi meraih cita-cita. Sekarang hasilnya tak sia-sia. Dia bisa me-manage diri sendiri.
"Sinopsis

Yoojung juga menceritakan dirinya mirip Hongsul. Dia mengatakan Papanya selalu baik pada orang lain, karena itu dia selalu diandalkan Papanya. Dia tak mau Papa kecewa. Itulah kenapa dia harus memakai topeng senyum di wajah, meskipun perasaannya bak di neraka sekalipun.

Yoojung memuji Hongsul. Dia menilai Hongsul itu tipe orang yang suka bekerja keras. “Kau wanita hebat, Hongsul,” kata Yoojung. Hongsul bangga mendapat pujian itu karena tak ada seorang pun sebelumnya yang pernah memujinya seperti itu.

"Sinopsis

Hongsul bertanya apa yang Yoojung sukai darinya? Yoojung melamun.

Kita pun kembali ke kilas balik saat Hongsul mengatakan akan menggarap tugas Minsoo dan Youngdae yang ditugaskan membuat powerpoint dan menyusun file-nya. Saat itu Yoojung lewat bersama teman satu kelompoknya. Temannya itu mengatakan kalau Yoojung dan Hongsul itu mirip.
"Sinopsis

Dari situ, kita melanjutkan ke kilas balik selanjutnya, Hongsul menyuruh Sangchul menempelkan poster-posternya, tapi Sangchul tidak mau dengan alasan sudah menyebarkan undangannya. Hongsul pindah menyuruh Youngdae menempel poster. Youngdae tidak mau. Dia malah menawarkan untuk membagikan brosurnya saja, karena menempel poster sangat merepotkan.

Yoojung muncul dan menawarkan bantuannya. Dia menyuruh Minsoo dan Youngdae pulang saja. Mereka berdua segera pulang. Hongsul tidak mau Yoojung membantunya menempelkan poster, walaupun dia terlihat bodoh sekarang. Hongsul pun mulai menempelkan poster-posternya di beberapa titik, tidak peduli hujan turun sekalipun. Begitu kembali, Hongsul menemukan Yoojung tertidur di sofa. Dia memilih pergi.
"Sinopsis

Detik berikutnya, kita melihat Yoojung menemukan kepalanya telah dikompres seseorang. Dia menemukan Hongsul meringkuk di sofa sendirian. Dia berpikir mungkin Hongsul yang melakukannya. Dia memberikan jaket untuk menyelimuti Hongsul, saat selesai jari tangannya digenggam Hongsul. Dia pun berdiri di sana. Kilas balik selesai.

Yoojung mengaku bahwa dirinya tidak tahu apa yang dilihatnya dari Hongsul. Dia balik bertanya apa yang membuat Hongsul menyukainya? Hongsul juga tidak tahu. Dia merasa hubungan mereka terkoneksi begitu saja.

"Sinopsis

“Jujur, aku membencimu hingga mau cuti semester lagi. Karena itulah aku merasa kesal, waktu tahu aku dapat beasiswa berkat dirimua. Tapi, kau tiba-tiba mengajakku makan, kau terus mengejutkanku. Entah bagaimana, kau muncul di mana saja dan kau membantuku. Kau muncul tiba-tiba dan mengajakku makan. Tiba-tiba kau menembakku. Kita bertengkar,” jelas Hongsul, “Jujur saja, aku masih tak percaya kau ada di depanku.”

Hongsul mengaku sudah mengantuk. Mereka tidur lagi setelah Yoojung mematikan telpon. Karena gelap atau bagaimana, Yoojung kejedot pinggiran meja. Dia malu dan tak ingin memberitahu Hongsul. Sementara Hongsul tertawa cengesan. Hahaha, kayaknya beneran sih ya?

"Sinopsis

Younggun mengirimkan serangan yang Inho lakukan di depan tempat les.

Besoknya, direktur memecat Inho karena dinilai telah melakukan tindakan ceroboh, sehingga situs mereka mendapat cemooh dari warga yang tak terima. Inho tidak apa-apa dipecat.

"Sinopsis

Inho mau keluar, tapi anak-anak menahannya. Mereka minta Inho yang mengajarnya. Hongsul melihatnya. Makanya setelah selesai mengajar, Hongsul mengaku ingin membela Inho. Karena Inho tidak bersalah dalam hal ini. Inho menolak. Dia mengatakan kebetulan mau keluar kota juga, tapi tidak menjelaskan apa-apa. Dia pergi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s